Quality Time !

Kesempatan untuk mengikuti family gathering atau plesiran bersama keluarga tidak saya lewatkan tahun ini, apui anak kami sepertinya sudah bisa diajak jalan jauh. Plesiran kali ini mengarah ke ngayogyokarto hadiningrat alias jogja !, lama sudah tidak kesini walaupun sebenarnya agak sering juga melewati kota ini karena sebagian keluarga ada di daerah Klaten yang berbatasan dengan jogja ini.

Dingin yang tidak terlalu menusuk tulang menjadi teman kami ketika kami beranjak dari rumah sederhana di sebuah desa daerah Patikraja, jalanan yang basah dan sedikit licin menemani kami keluar dari desa menuju jalan utama kota, ngeri ngeri seram juga karena kami harus melewati sebuah makam keluarga yang jaraknya hanya beberapa jengkal kaki kuda dewasa dari rumah kami.

Tiba di kampus ST3 Telkom sudah disambut dengan deru suara armada bus yang berjuluk Luxury Bus, entah apa makna dibalik julukan itu. Perlengkapan perang kami tampak menyundul di tas gendong saya, ya payung bergambar manusia laba laba yang akan menghalau teriknya sinar matahari yang akan mengenai kami. Beberapa termos model pelurupun kami siapkan demi tercapainya tujuan kami dalam menyelesaikan perjalanan plesiran ini.

Suara lembut yang menggema dari seorang tour guide menyapa kami dimalam hari menandakan perjalanan akan segera dimulai, tak lupa kami panjatkan doa kepada Tuhan sebelum perjalanan kami, kamera tak lupa kami bawa walaupun kami menyadari bahwa kamera tidak akan merekam kami dengan lengkap, karena saya moto. Itu tidak jadi masalah berarti bagi kami, karena yang terpenting bagi kami adalah adanya kasih yang kami rekam dalam keluarga kecil kami. Tak ada kata kata yang bisa terucap dari anak kami untuk meluapkan kebahagian mengikuti plesiran ini, bukan karena saking bahagianya anak kami, tapi karena memang anak kami masih belum dalam masa bisa berbicara alias masih bayi banget.

Sebut saja Apui, dia adalah anak murah senyum yang punya pipi oversize, setiap orang yang ditemuinya diberikan senyum yang paling manis menurut dia sendiri sih, sampai sampai patung bocah juga ikut dapet serangan senyum dari apui. Ini kali pertama apui naik bus, pertama pula kami meracik susunya didalam goyangan bus, rasanya menarik sekali. Obyek wisata pertama yang kami dapatkan adalah melihat Sun Rise di alun alun wonosari gunung kidul, ya seperti sun rise lainya yang ditunggu adalah merahnya langit yang masih gelap menjadi terang.

DSC_0517

Obyek kedua yang kami temui adalah pantai indrayanti, deburan ombak menyambut kami di antara coklat mudanya pasir pantai. Hembusan angin yang kencang merupakan pengalaman baru untuk apui, sampai sampai ketika pulang dari pantai indrayanti dengan jalanan yang berkelak kelok membuat apui merasakan kesan pertama bagaimana muntah sejadi jadinya tidak hanya lewat mulut namun juga lewat lubang hidung. Tapi sesuai dengan nama yang kami berikan yaitu Taft (tough) yang mempunyai arti tangguh atau tabah, dia begitu tabah ketika harus merasakan muntah yang sejadi jadinya, selanjutnya dia hanya bereaksi dengan tidur pulas dan sedikit kentut, kami begitu lega ketika ada rekan yang mengatakan bahwa apui kena angin laut yang memang seharusnya dikeluarkan dengan cara muntah dan kentut, jika tidak cepat cepat dikeluarkan dapat berakibat gangguan kesehatan. Terima kasih buat keluarga mas Misno yang telah memberikan pencerahan.

DSC_0525

Tiba diobyek ketiga, kami serasa sudah tidak kuat untuk menjalani perjalanan plesiran ini, tapi apa boleh dikata kami mengikuti jadwal yang sudah diatur saja. berkeliling menggunakan kereta menjadi pilihan kami demi mengurangi rasa capek yang menderu. Momen kembali ke bus dan menuju ke penginapan menjadi saat yang sangat diharapkan dalam perjalanan ini, setelah membuka kamar tempat pertama yang kami tuju adalah kamar mandi karena apui harus segera menyelesaikan pup nya, setelah itu adalah waktu bagi kami sekeluarga untuk beristirahat, tawaran untuk makan malam dan berjalan jalan di malioboro kami tolak demi kesehatan kami.DSC_0530

Minggu pagi merupakan waktu yang penting untuk kami sekeluarga, bersekutu dengan Tuhan menjadi kegiatan awal kami gereja  yang kami tuju adalah Gereja Baptis Indonesia Ngadinegaran, kami sangat beruntung karena lokasinya dekat dengan hotel, ketinggalan bus tidak terlalu kami pikirkan karena kami harus tetap menomorsatukan Tuhan, tak disangka kalau ternyata pendeta yang dari gereja tersebut merupakan kerabat dari orang tua kami, itu kami ketahui setelah kami bercerita dengan orang tua kami.

Pembagian dooprize menjadi saat yang kami tunggu, karena kami pun mengharapkan mendapatkan hadiah yang bermanfaat dan benar benar kami butuhkan saat ini, Magic jar menjadi hadiah yang kami terima, memang kami sedang butuh itu karena 2 magic jar kami sudah rusak. Ada momen indah yang kami ingat dari perjalanan ini yaitu betapa tenangnya apui menghadapi perjalanan panjang plesiran ini dan betapa senangnya kami menemukan tempat mandi untuk menggantikan ember yang biasa apui pakai.

Sisanya mengucap syukur karena masih bisa merasakan kebahagian bersama.


--Download Quality Time ! as PDF --


Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.